Pasang Iklan Disini !!!

Friday, February 3, 2017

MEMBANGUN SPIRIT PERJUANGAN RAS TERTUA DI BUMI NUSANTARA




Lelaki Tua asal Kabupaten Alor 

Oleh : Damanhury Jab

HIKA MALANG – Sebuah kabar mencengangkan tentunya bagi pembaca sekalian dan pada seluruh Masyarakat pribumi kabupaten Alor. Hasil Studi genetik para peneliti di Lembaga Eijkman bekerja sama dengan lembaga riset dunia menunjukkan kelompok masyarakat di Alor dan Papua dinilai lebih tua daripada populasi penduduk di bagian barat Indonesia. Jika durasi menetap diperhitungkan sebagai ukuran menakar pribumi, leluhur masyarakat Alor dan Papua sudah lebih lama menjelajah di Nusantara.

“Nenek moyang orang Alor dan Papua itu masuk lebih dulu ke Nusantara sekitar 50 ribu tahun lalu,” ujar Herawati Sudoyo, Deputi Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dalam tulisan berjudul Melacak Leluhur Lewat DNA di majalah Tempo edisi 30 Januari 2017.

Nicolas Brucato, peneliti dari Laboratorium Antropologi Molekuler dan Sintesis Citra (AMIS), Universitas Toulouse, Prancis, menyatakan warisan genetik orang Indonesia dipengaruhi aktivitas jaringan perdagangan. Dalam presentasinya di Lembaga Eijkman pada November lalu, Brucato menuturkan jalur laut Samudra Hindia dan kawasan kepulauan Indonesia menjadi perlintasan para pedagang dari Afrika Barat, India, dan Cina lebih dari 2.000 tahun.

Sebagai ras tertua dibumi Nusantara ini, sudah sepantasnya jika Alor menjadi penentu dalam hal persaingan dalam skala Nasional di berbagai macam lini. Namun apa yang terjadi, hari ini, Ras Alor malah menjadi salhsatu ras yang cukup tertinggal dan memiliki peran yang tidak terlalu diperhitungkan di bumi Nusantara. Apa gerangan yang terjadi? Tentunya ini merupakan Pertanyaan besar yang patut kita pikirkan bersama. 

Kebijakan – kebijakan pemerintah pusat dalam hal pembangunan sejak Orde lama sampai Reformasi Lebay hari ini lebih difokuskan di pulau jawa dan mencoba menyampingkan ras tertua di bumi Nusantara yang kita cintai ini. Sangat tampak dengan jelas, sebuah unsur kesengajaan coba dibangun dan mencoba menutup rapat – rapat mata serta telinga mereka dengan kondisi tertinggal ras ini. Namun seperti pepata “Kebenaran tetaplah kebenaran. Se-rapat apapun seseorang mencoba menutupi kebenaran tersebut, suatu saat nanti pasti akan muncul ke permukaan” demikian yang terjadi hari ini.

Sudah waktunya kita membuka mata dengan spirit perjuangan yang lebih besar. Karna kita, Ras Alor Adalah Ras yang lebih awal membelai dan memanjakan bumi Nusantara ini. Karna kita, Ras Alor adalah ras pertama yang dibelai dengan mesra oleh bumi Nusantara ini.

Mari bergandengan tangan, kita songsong cahaya terang di depan kita dengan tekad yang kuat dan siapkan generasi untuk bersaing dalam berbagai lini. 

Salam Tara Miti, Tomi Nuku… Kuli mati – mati, hakki tifang lefo... (Jab)

No comments:

Post a Comment