Pasang Iklan Disini !!!

Tuesday, January 10, 2017

Lantunan Sya'ir Lego - lego Bergema Di Bumi Arema

Lego - lego (BEKU) Pada Acara Penutupan 
Mubes dan Dies Natalis HIKA
TAHUN KEPENGURUSAN 2015/2016
Budaya adalah Identitas diri dari seseorang tanpa memandang batas Usia, Mulai kanak - kanak hingga dewasa, semua akan terbentur dengan yang namanya Budaya. Berbicara tentang budaya maka saya Ingin mengajak pembaca yang budiman untuk sedikit merenung dan berpikir tentang sebuah pepatah yang kerap kali kita dengar "Bahasa Menentukan Bangsa", Jika saya Coba mengurai kata ini dan membenturkannya dengan Budaya dengan kata "Budaya Menentukan Bangsa" Maka ini merupakan sebuah Identitas diri dari sesorang "Siapapun Dia dan dimanapun dia berada". 

Secara garis besar, Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Jika budaya diwariskan dari generasi ke generasi, maka sudah tentu perlu adanya regenarasi yang dilakukan demi menjaga kelestarian budaya suatu daerah atau dalam bahasanya Intelek adalah gerakan “Manifestasi”. Dalam pelestarian Budaya, Pemuda – pemudi adalah fokus utama dalam pelaksanaan dan pelestariannya.

HIKA Malang adalah salahsatu Perkumpulan Mahasiswa Alor di Malang yang hingga Hari ini masih menjunjung tinggi kelestarian dari Sekian Banyak tradisi kekayaan daerahnya yaitu seni tari Tradisional lego – lego.

Tarian lego – lego yang hari ini semakin surut Eksistensinya ditengah masyarakat dan muda mudi Alor dikarenakan tergilas oleh Virus Moderenisasi tanpa Filter inipun sempat mengguncangkan Bumi Arema dalam beberapa waktu terakhir ini. Salah satunya adalah pada momenum Penutupan pelaksanaan Musyawarah Besar Organisasi Daerah Alor dan Dies Natalis HIKA yang ke-28 Di Songgokerto Malang.

Pada momen ini terlihat seluruh putra - putri Alor ini berdiri bergandengan tangan dan sama – sama melantunkan Pantun yang biasanya dinyanyikan dalam tarian lego – lego yang sering kita Jumpai hampir disetiap acara – acara adat di Alor.

Dalam kegiatan ini, ada beberapa tamu undangan yang secara latar belakangnya bukan berasal dari Alorpun ikut bergabung dalam lingkaran lego – lego ini.

“Ini adalah tarian yang sangat unik, dan tidak membosankan untuk dimainkan, keindahan dan kepuasan saya jumpai dalam lingkaran ini, penarinya selalu se-iya dan se-kata dalam melepas langkah dan saling bergenggaman tangan selama menari. Ini tarian yang indah,unik dan memuaskan. Apalagi ketika lagu Hanja tadi, saya seperti terhipnotis dengan kenikmatan dan kekompakan tariannya”. Ujar NG salah satu Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang yang kebetulan hadir dalam acara ini.

Sengguh sebuah apresiasi besar dan rasa bangga tersendiri untuk kita, karena memiliki budaya yang begitu unik serta memiliki pemuda pemudi yang hingga hari ini masih Istiqomah dalam menjaga kelestarian budaya kita. Semoga ini bisa mejadi sebuah langkah Awal dalam mengeksplore budaya Alor yang Menawan ini.(Jab)

 (Siapapun Kamu, Dimanapun Kamu, Ingat Kewajibanmu Adalah Masa Depan Negerimu) 
Malang 25 September 2016 - Damanhury Jab

No comments:

Post a Comment