Pasang Iklan Disini !!!

Friday, April 7, 2017

KEKUASAAN DALAM EKSEKUTIF: SIAPA YANG MEMIMPIN ?

Mahasiswa Universitas Islam Malang
Jurusan Administrasi Negara
Angkatan 2016 Anggota HIKA Malang
                                                               Oleh : La Ode Zulkifli
Selama abad ke 20, eksekutif politik memperoleh kekuasaan yang lebih luas dalam pembuatan kebijakan dan perundangan, memimpin mesin-mesin birokrasi, dan semakin menjadi focus dari politik masyarakat dan perhatian media. Perkembangan-perkembangan ini pada gilirnya, sangat mempengaruhi organisasi internal dari cabang eksekutif dari pemerintahan dan distribusi kekuasaan di dalamnya. Secara umum, yang memperoleh manfaat dari proses ini adalah pemimpin eksekutif. Para kepala pemerintahan sekarang umumnya memiliki kekuasaan-kekuasaan kelembagaan, sebuah status politik, dan sebuah profil public yang terpisah dari kolega-kolega kabinet atau kementrian mereka. Akan tetapi, gambaran tentang semakin meningkatnya sentralisasi dan meningkatnya kekuasaan personal bertentangan secara tajam dengan bukti adanya kegagalan kepemimpinan, dan ketidak mampuan para pemimpin eksekutif untuk melaksanakan apa yang menadi amanat rakyat yang teah memilih mereka. Dinamika yang kompleks dan kekuasaan eksekutif dapat dipelajari lebih dekat dengan melihat peran- peran dari presiden, perdana menteri, dan kabinet. Pada masing – masing dari ketiga kasus ini, akan tetapi, harus dibayangkan tiga dimensi kekuasaan;
·          Dimensi formal dari kekuasaan: peran – peran dan kekuasaan – kekuasaan kontitusional dari para pejabat eksekutif.  Dari  kerangka – kerangka kelembagaan dimana mereka beroperasi.
·         Dimensi informal dari kekuasaan: peran dari kepribadian, keterampilan pengalaman politik, dan pengaruh dari faktor – faktor seperti partai dan media.
·         Dimensi eksternal dari kekuasaan : konteks politik, ekonomi dan diplomatic dari pemerintahan, dan tekanan – tekanan luas yang membebani pada cabang eksekutif tersebut.

Presiden
Seorang presiden adalah seorang kepala negara formal, sebuah gelar yang disebagian negara yang lain dipegang oleh seorang raja atau kaisar. Sebuah pembedaan penting, akan tetapi, harus ditarik antara presiden konstitusional dan presiden eksekutif.

Perdana Menteri
Kebanyakan eksekutif di dunia modern dapat diklasifikasikan sebagai eksekutif parlementer. Struktur bentuk dari kekuasaan eksekutif yang terdapat dalam sistem – sistem parlementer berbeda sevara signifikan dari yang terdapat dalam sistem – sistem presidensial. Eksekutif parlementer memiliki tiga ciri pokok. Pertama, karena kekusaaan eksektf berasal dari majelis dan terkait erat dengan politik partai, seorang kepala yang terpisah dalam bentuk seorang raja konstitusional atau presiden non-eksekutif, diperlukan untuk mengisi tugas – tugas seremonial dan berperan sebagai salahsatu focus dari loyalitas patriotik. Kedua, eksekutif politik ditarik dari majelis, yang berarti bahwa pemisahan personil antara leslator dan eksekutif yang terdapat dalam sistem – sistem presidensial tidak terdapat dalam sistem – sistem parlementer. Ketiga, eksekutif bertanggun jawab secara langsung kepada majelis, atau paling tidak kepada kamarnya yang lebih rendah, dalam pengertian bahwa ia bertahan dalam pemerintahan hanya sepanjang ia dapat mempertahankan kepercayaan dari majelis. 

KONSEP
Eksekutif Inti
Eksekutif inti adalah sebuah jaringa lembaga – lembaga dan orang – orang yang memainkan peran – peran penting dalam sebuah arah dan koordinasi dari kebijakan pemerintahan. Ini biasanya mencakup perdana menteri, para penasehat kebijakan senior, para anggota kabinet terkemuka, komite – komite kabinet terkemuka, dan staf departemen – departemen pemerintahan yang penting secara strategis. Model eksekutif ini berbeda dari debat sederhana tenteng perdana menteri vs kabinet, dengan mengakui bahwa badan – badan ini beroperasi didalam sebuah konteks kelembagaan. Ia juga mengakui batasan dimana pengaruh kebijakan dihasilkan melalui pembangunan aliansi dan koalisi dukungan.

                                                                  **Semoga Bermanfaat**

 

No comments:

Post a Comment